Senin, 31 Maret 2014

Terkejut MU Terpuruk, Schweinsteiger Tetap Beri Respek




Manchester - Keterpurukan Manchester United di Premier League mengejutkan Bastian Schweinsteiger. Menyebut The Red Devils tak pantas keluar empat besar, Schweinsteiger tetap memberi respek pada The Red Devils.

MU masih berada di urutan ketujuh papan klasemen hingga pekan ke-32 dan terpaut 17 poin dengan pemuncak klasemen Liverpool. Meski kompetisi masih menyisakan enam pertandingan, 'Setan Merah' tak digajokan bakal bisa menanjak posisinya dan menuntaskan kompetisi di urutan empat besar.

Kondisi itu disebut Schweinsteiger sebagai sesuatu yang tak biasa karena MU yang dikenalnya selama ini adalah MU yang bersaing di papan atas. Namun keterpurukan MU tak lantas membuat Bayern memandang sang lawan sebelah mata.

"Biasanya, Manchester United menjadi salah satu pengisi tim-tim empat besar di Inggris sepanjang waktu, tapi saya yakin mereka akan memberikan segalanya,” kata Schweinsteiger kepada Manchester Evening.

"Mereka tetaplah sebagai juara bertahan (Premier League) dan jika mereka melaju ke semifinal mereka akan menjadi tim favorit. Keputusan ada di tangan kami untuk terus dan bertarung. Kami selalu respek kepada United," ucap Schweinsteiger.

Berkebalikan dengan 'Setan Merah', Bayern berkunjung dalam suasana tim yang sangat positif. Pekan lalu mereka memastikan meraih titel juara Bundesliga saat kompetisi masih menyisakan tujuh pekan.

Mewaspadai Aksi Tipu-tipu Robben di Old Trafford

 

Manchester - Manajer Manchester United David Moyes tahu bahwa aksi tipu-tipu yang kerap dilakukan Arjen Robben bisa merugikan timnya. Untuk itu ia meminta wasit lebih awas pada winger Bayern Munich itu.

Di Liga Champions musim ini Robben mendapat sorotan terkait aksi diving di laga babak 16 besar lalu melawan Arsenal lalu yang membuat Arsene Wenger marah besar.
Dengan gamblang Wenger menyebut pemain asal Belanda itu adalah seorang tukang diving yang sangat lihai. Sebabnya di dua leg, Robben benar-benar merugikan timnya dengan aksi-aksi tak terpuji itu di atas lapangan.

Bukan sekali atau dua kali saja Robben mendapat tudingan seperti itu, di masa lalu bersama Chelsea pun Robben sempat dikritik oleh lawan karena aksi diving-nya itu.

Menghadapi MU di Old Trafford pada leg pertama perempatfinal, Rabu (1/4) dinihari WIB nanti, Robben boleh jadi sudah menyiapkan aksi lainnya demi menipu mata wasit dan mencari keuntungan untuk timnya.

Maka itu Moyes mewanti-wanti Carlos Velasco Carballo, yang akan jadi wasit di laga itu lebih berhat-hati dalam menyikapi setiap pelanggaran yang terjadi dan harus menghukum dengan tepat jika ada pemain yang diving.

"Kami percaya wasit bakal membuat keputusan yang tepat. Wasit terkadang sulit untuk membuat keputusan terkait diving. Saya mungkin punya pandangan soal itu tapi saya tidak akan menyebut soal individu pemainnya," ujar Moyes di Daily Mail.

Musim lalu MU juga dirugikan oleh keputusan wasit yang mengkartu merah Nani dalam laga babak 16 besar kontra Real Madrid. Bahkan saat terakhir kali bertemu Bayern di 2010, satu pemain 'Setan Merah' Rafael harus diusir keluar lapangan.

Jadi yang kau maksud itu Robben, Moyes?

Jepang Siap Gantikan Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

VIVAbola - Presiden Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA), Kuniya Daini, mengatakan siap menggantikan peran Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu jika FIFA pada akhirnya melepas hak negara Timur Tengah itu sebagai tuan rumah.

Qatar dipilih oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 setelah memenangi pemilihan pada Desember 2010 silam. Namun, 4 tahun berlalu, berbagai permasalahan dan isu negatif secara intens mencuat ke permukaan.

Dimulai dari isu terkait skandal korupsi dan perlakuan buruk terhadap pekerja stadion. Namun, isu paling kontroversial adalah mengenai rencana pergeseran jadwal turnamen dari musim panas ke musim dingin karena iklim Qatar yang ekstrem.

Saat ini, Komite Etika FIFA masih menyelidiki kembali kesiapan Qatar untuk menggelar Piala Dunia nanti. Dan ini membuka peluang bakal ada calon alternatif menggantikan Qatar sebagai tuan rumah. Salah satunya Jepang yang mengaku siap.

"Jika FIFA mencari negara tuan rumah alternatif, kami sudah memiliki sejumlah stadion yang memenuhi kriteria untuk menjadi tuan rumah, " kata Daini seperti dilansir Tribal Football.

"Kami (Tokyo) akan menggelar Olimpiade 2020. Jika ada kesempatan, kami ingin juga bisa menggelarnya (tuan rumah Piala Dunia 2022). Meskipun saya tidak tahu apakah itu akan memungkinkan," lanjutnya.

Jepang punya pengalaman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2002. Kala itu, Jepang menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan. Penyelenggaraan Piala Dunia tersebut dianggap sebagai salah satu yang tersukses. (one)