Senin, 21 April 2014

Hasil Sepak Bola 22/04/2014

Hasil Akhir




Jadwal Serie A 22/04/2014

Klasemen Serie A 22/04/2014

talian Serie A
No Team M M S K SG Nilai

Gb Madrid - Nama Diego Simeone disebut-sebut jadi salah satu kandidat pengganti David Moyes di Manchester United. Tapi rumor itu tak ditanggapi berlebihan oleh Simeone dan malah cenderung cuek dengan kabar tersebut.

Setelah serangkaian hasil buruk musim ini dan dipuncaki kekalahan 0-2 dari Everton yang menipiskan peluang ke kompetisi Eropa musim depan, tampaknya kesabaran petinggi MU terhadap Moyes sudah mulai habis.

Media-media Inggris memberitakan bahwa manajemen klub akan segera melayangkan surat PHK kepada manajer asal Skotlandia itu beserta staff-nya. Ryan Giggs serta Nicky Butt akan menangani tim hingga akhir musim ini.

Setelah rumor itu beredar kemarin maka bersamaan muncul nama-nama calon pengganti seperti Juergen Klopp, Laurent Blanc, Fabio Capello, Louis van Gaal, dan Simeone yang musim ini tengah naik daun bersama Atletico.

Musim ini Atletico berpeluang jadi juara La Liga mengangkangi Real Madrid serta Barcelona plus masih ada kans ke final Liga Champions, asal mampu menyingkirkan Chelsea.

Menanggapi rumor itu, Simeone memilih tak berkomentar banyak dan fokus ke duel leg pertama semifinal, Rabu (23/4) dinihari WIB nanti melawan Chelsea.

"Dengan rasa hormat atas pertanyaan itu dan saya juga mengerti situasinya, namun laga besok (dinihari WIB nanti) sangatlah penting untuk kami," ujar Simeone seperti dikutip Soccernet.

"Saya tidak mau berpikir soal apapun yang tak berkaitan dengan pemain saya serta Chelsea," sambung pelatih asal Argentina itu.

Senin, 07 April 2014

Dante: Bayern Harus Serang MU Sejak Awal

Munich - Setelah berbagi skor sepekan lalu, Bayern Munich bertekad menyingkirkan Manchester United di leg II. Bek tengah Bayern Dante mengungkapkan bahwa timnya harus menyerang sejak awal.

Dengan situasi 1-1, maka Bayern mutlak wajib menang, minimal 1-0 untuk memastikan satu tiket ke semifinal saat menjamu MU di Allianz Arena pada Kamis (10/4) dinihari WIB.

Pada pertemuan sebelumnya, Bayern tampil mengecewakan terlepas dari penguasaan bola yang besar. Serangan-serangan Die Roten tidak dibarengi dengan penyelesaian bagus dan bahkan kebobolan lebih dulu sebelum diselamatkan Bastian Schweinsteiger.

Dante akan kembali ke barisan pertahanan The Bavarians setelah absen akibat akumulasi kartu kuning. Menurut dia, Bayern harus langsung membombardir MU sejak kickoff.

"Itu (absen di leg pertama) sungguh menyakitkan. Aku sangat ingin membantu timku," ungkap bek internasional Brasil itu yang dikutip Uefa.com.

"Untungnya mereka bermain bagus. Kami bisa bertahan dengan hasil imbang 1-1 melawan sebuah tim top seperti United. Sekarang terserah kami untuk menyelesaikannya di kandang sendiri."

"Kami harus bermain untuk menang. Jika kami bermain untuk 0-0 maka kami akan kalah pada akhirnya. Sejak kickoff, kami harus secara agresif menyerah mereka dan mencoba mencetak banyak gol. Manchester akan bermain defensif, semakin lama pertandingan berjalan semakin besar risiko yang akan mereka ambil."

Lutut Bermasalah Lagi Saat Latihan, CR7 Diragukan Main Lawan Dortmund


Dortmund - Kabar buruk terkait kondisi Cristiano Ronaldo kembali mendatangi Real Madrid setelah pesepakbola asal Portugal itu mengalami masalah pada lututnya di sesi latihan, yang membuatnya diragukan main di leg kedua perempatfinal.

Madrid dijadwalkan melawat ke markas Borussia Dortmund di Signal Iduna Park Rabu (9/4/2014) dinihari WIB. Los Blancos sudah menjejakkan satu kaki di semifinal dengan mengantongi kemenangan 3-0 dari leg pertama.

Namun, kemenangan itu ditandai dengan lutut Ronaldo yang bermasalah. Cedera lutut kiri itu kemudian membuat pemain terbaik dunia itu harus absen ketika Madrid menang 4-0 di kandang Real Sociedad lalu.

Meski sedang cedera Ronaldo tetap dibawa terbang ke Jerman dengan harapan kondisinya membaik. Kabar ini jadi kenyataan ketika pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengatakan eks pemain Manchester United itu dalam kondisi fit setelah kembali berlatih bersama tim.

Tapi tak lama setelah sesi konferensi pers jelang laga kontra Dortmund, tepatnya di sesi latihan terakhir tim justru pemandangan berbeda terlihat di lapangan. Dari laporan AS disebut Ronaldo meninggalkan sesi latihan lebih cepat dan memperlihatkan tanda-tanda bahwa lutut kirinya belum pulih betul.

Memang dalam beberapa pekan terakhir, khususnya saat melawan Barcelona dan Sevilla, lutut kiri Ronaldo memang bermasalah dan boleh jadi itu alasan mengapa ia tampil kurang maksimal di dua laga yang berujung kekalahan untuk Madrid itu.

Lalu terkait apakah Ronaldo bisa bermain atau tidak melawan Dortmund nanti, Ancelotti akan segera memutuskannya setelah sesi latihan terakhir tim.

"Ronaldo menjalani terapi pemulihan dan berlatih ringan saja. Kami akan memutuskan setelah latihan hari ini, dan melihat akah dia baik-baik saja atau merasa tidak nyaman. Jika kondisinya 100 persen fit maka dia bermain, jika tidak maka sebaliknya," ujar Ancelotti seperti dikutip Soccernet.

Pesepakbola 29 tahun itu tampil cemerlang di Liga Champions ini dengan menyumbang 14 gol yang menjadikannya topskorer sementara.(mrp/raw)

PSG Cuma Mau Tampil Menyerang di Stamford Bridge


London - Wajarnya dengan keunggulan 3-1 dari leg pertama Paris St Germain bakal bermain bertahan di kandang Chelsea. Tapi karena itu bukan karakter Les Parisien, Laurent Blanc menegaskan timnya akan main menyerang.

Dengan misi menjejak semifinal, PSG akan lebih difavoritkan karena punya keunggulan dua gol dari leg pertama yang dihelat di Paris pekan lalu. Cukup bermain imbang atau tidak kalah lebih dari satu gol, PSG akan menyingkirkan Chelsea.

Dengan ngototnya Chelsea untuk menyerang sejak menit awal dan mencetak gol sebanyak mungkin, jalan teraman untuk PSG adalah bermain bertahan serta menggunakan taktik serangan balik.

Tapi bukan seperti itu taktik Blanc karena ia merasa Zlatan Ibrahimovic dkk. punya potensi besar melukai Chelsea kedua kalinya. Dari statistik yang ada, juara bertahan Ligue 1 itu getol mencetak gol di babak pertama dengan total 14 gol - terbanyak di antara tim lain -- plus tak pernah absen mencetak gol di 17 laga terakhirnya.

"Kami tidak bisa hanya dengan bermain bertahan dan membiarkan Chelsea menekan kami. Ambisi kami adalah tampil menyerang dan membuat mereka kesulitan. Kami terbiasa untuk selalu mendominasi lawan," ujar Blanc seperti dikutip Soccernet.

"Lihat saja statistik kami di Liga Champions. Kami selalu mencetak gol. Itu adalah statistik luar biasa. Chelsea akan coba mencetak gol, tapi PSG pun juga. Itulah mentalitas tim ini. Kami tidak ingin datang untuk kalah, kami tidak ingin datang untuk didikte dan didominasi oleh Chelsea. Kami tahu cara terbaik untuk menghadapi laga ini adalah untuk menguasai bola serta membuat banyak kesempatan," lanjut Blanc.

"Tim besar harus seperti itu, mampu mendominasi laga meski bermain tandang. Laga ini akan ditentukan tim yang paling banyak memegang bola dan seberapa baik mereka memanfaatkan itu. Kami percaya pada beberapa hal dan saya selalu yakin pada satu filosofi, mendominasi lawan adalah cara terbaik memenangi banyak trofi."

"Filosofi kami adalah bermain menyerang. Kami ingin menguasai bola dan kami akan mencoba serta memberi masalah untuk lawan kami," demikian dia.

Selasa, 01 April 2014

Ternyata Wasit Indonesia Pernah Beraksi di Piala Dunia

VIVAbola – Indonesia ternyata pernah ikut berkontribusi dalam turnamen sepakbola antarnegara sedunia. Namun, kali ini bukan tim nasional atau pemain asal Indonesia yang ambil bagian, melainkan seorang wasit.

Adalah Sofa Sumarsono, yang dalam sebuah pertandingan Piala Dunia U-20 1997 (World Youth Championship) di Malaysia menjadi seorang asisten wasit. Itu pertama kalinya Indonesia menyumbangkan seorang wasit untuk pertandingan di level Piala Dunia.

Setelah Sofa Sumarsono, belum ada lagi wasit Indonesia yang dipercaya memimpin atau menjadi asisten di level Piala Dunia. Oleh karena itu, Komite Wasit PSSI pun coba meningkatkan kualitas para pengadil lapangan hijau Tanah Air agar bisa mengulang atau melebihi prestasi Sofa Sumarsono.

“Sudah cukup lama sejak 1997 Sofa Sumarsono, sekarang dia saja sudah pensiun dan jadi pengawas pertandingan. Makanya, kita ingin meningkatkan kualitas wasit-wasit kita,” terang anggota Komite Wasit, Jimmy Napitupulu, Selasa 1 April 2014.

Sofa Sumarsono merupakan wasit yang malang-melintang di sepakbola Indonesia sejak 1990-an sampai 2000-an. Ia menapaki karir dari Divisi Utama hingga akhirnya jadi pilihan di Liga Super Indonesia (ISL).

Beberapa laga yang diingat adalah Semen Padang kontra PSM Makassar pada 2004 yang berakhir dengan kerusuhan. Setelah itu, Sofa juga pernah dipanggil Komisi Disiplin PSSI pada 2003 karena ada dugaan suap.

Menyangkut kasus terakhir, Sofa kala itu menyebut Eddi Elison, anggota Komisi Banding PSSI, menjanjikan sesuatu jika ia memberikan kemenangan untuk PSPS Pekanbaru saat hadapi Barito Putera. Namun, kasus ini mentah karena tidak terbukti.

Pada Piala Dunia U-20, Sofa masuk sebagai delapan asisten wasit tambahan yang dipilih dari berbagai negara Asia. Selain itu, Thailand, Singapura, Filipina, sampai Brunei Darussalam juga ikut mengirim.

Perbaiki Kualitas Wasit

Semangat untuk memperbaiki kualitas wasit sangat disadari oleh PSSI, yang menilai mutu sebuah kompetisi amat bergantung pada pekerjaan sang pengadil di tengah lapangan. Karena itu, PSSI saat ini sedang melakukan upaya memberikan pelajaran tambahan untuk para wasit.

“Komite Wasit saat ini mengadakan kursus wasit nasional di Surabaya selama seminggu. Ada 109 wasit pemula yang mendaftar, tapi hanya 69 wasit yang lulus. Dan kami mengundang instruktur member FIFA, Suqidin Mohammed Saleh dari Malaysia. Ini untuk program lima tahun ke depan,” paparnya.

Menurut Jimmy, Indonesia sangat beruntung bisa mengundang instruktur member FIFA sekelas Suqidin Mohammed Saleh. Selain di Surabaya pada 31 Maret-1 April 2014, kursus yang digelar Komite Wasit ini juga akan dilangsungkan di Kepulauan Riau, bulan ini.

“Dia (Saleh) dipilih karena bisa berbahasa Melayu, dan wasit-wasit kita akan jadi lebih paham tentang apa yang disampaikan. Kita ingin naikkan lisensi dari wasit-wasit kita. Dari yang sebelumnya hanya bisa memimpin di Divisi Satu, meningkat jadi wasit di Divisi Utama dan ISL,” jelasnya. (one)

Chelsea Diprediksi Mangsa PSG Layaknya Arsenal

Chelsea Diprediksi Mangsa PSG Layaknya Arsenal Bola.net - Legenda Prancis dan Chelsea, Franck Leboeuf, yakin bahwa timnya bisa mengulangi prestasi menaklukkan Arsenal dengan skor besar ketika mereka melawat ke markas besar PSG di Liga Champions (03/04).

Menurut sosok berusia 46 tahun tersebut, gaya main PSG amat pas dengan cara Chelsea beraksi. Hal tersebut diyakini bakal memberikan banyak keuntungan bagi The Blues.

"Bagi saya, kelemahan PSG ada di sektor sayap. Di situlah pemain seperti Hazard, Schurrle, dan Willian bisa jadi ancaman yang nyata. PSG senang bermain menyerang. Jadi ini akan sempurna untuk Chelsea dan itulah mengapa saya berpikir mereka bisa 'membunuh' laga ini di Paris," tutur Leboeuf pada The Mirror.

"Jika PSG bermain seperti Arsenal di Stamford Bridge, dan hanya terus bermain menyerang, maka Chelsea bisa tampil dahsyat dan menyerang melalui serangan balik. Mereka tidak akan kalah di (leg kedua) di Stamford Bridge," tutupnya.

Kunjungan terakhir The Blues ke Parc Des Princes pada tahun 2012 berakhir dengan skor imbang 1-1. (mir/rer)

Aguero Takkan Buru-buru Jalani Pemulihan Cedera

Manchester - Striker Manchester City Sergio Aguero masih belum bisa bermain karena bekapan cedera hamstring. Dia tak mau buru-buru menjalani masa penyembuhan agar bisa pulih sepenuhnya.

Cedera hamstring didapat oleh Aguero saat bermain di laga Liga Champions, ketika City berhadapan dengan Barcelona pada 12 Maret lalu.

Kala itu, Aguero cuma bermain satu babak. Manajer The Citizens Manuel Pellegrini lantas memasukkan Edin Dzeko sebagai penggantinya.

Soal cedera Aguero, Pellegrini berharap bahwa striker 25 tahun itu tak akan absen lama. Dua pekan sempat disebut sebagai kurun waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan.

Tapi, Aguero tampaknya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Dia lantas berujar bahwa dirinya tak ingin memperburuk kondisi cedera dengan memaksakan diri bermain.

"Selama masa pemulihan ini, saya mencoba untuk melakukan yang terbaik agar bisa bermain lagi. Tapi, saya tak bisa buru-buru," kata Aguero di DirecTV.

"Saya berpikir bahwa jika uatu hal terjadi sekarang, saya akan kehilangan laga sisa Premier League dan Piala Dunia," imbuhnya.

Tiga Hal yang Diingat Gelandang Bayern Saat Hadapi MU

Pemain Bayern Munich, Bastian Schweinsteiger (kanan) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

VIVAbola - Duel perempat final Liga Champions melawan Manchester United ternyata sangat ditunggu-tunggu oleh gelandang Bayern Munich, Bastian Schweinsteiger. Setidaknya ada tiga hal yang diingat Schweini saat mendengar nama MU.

"Hal pertama yang saya pikirkan adalah Sir Alex Ferguson, Old Trafford, dan final tahun 1999," kata Schweini seperti dikutip situs resmi MU.

Sebelum dilatih oleh David Moyes, selama 26 tahun Setan Merah ditukangi oleh Ferguson. Pria 78 tahun ini membawa MU meraih 38 trofi. Salah satu yang paling dikenang adalah saat meraih Liga Champions 1998-99.

Saat itu, MU menghadapi Bayern Munich di partai final. FC Hollywood sepertinya akan juara setelah unggul cepat lewat gol Mario Basler pada menit ke-6 dan bertahan hingga menit ke-90. Namun, semuanya buyar karena MU sanggup mencetak dua gol di masa injury time. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer membawa Setan Merah menang 2-1.

Schweini juga tak sabar untuk bisa bermain di Old Trafford. Die Roten akan terlebih dahulu melawat ke markas MU dini hari nanti, sebelum tampil di Allianz Arena pada 9 April mendatang.

"Saya tak sabar untuk tampil di Old Trafford. Hal yang spesial bisa tampil di sini. Seluruh pemain senang berada di sini, baik untuk menonton maupun bermain," kata Schweini.

"Tentu saja United selalu menjadi salah satu dari empat tim terbaik Inggris sepanjang masa. Saya yakin mereka akan memberikan segalanya. Jika mereka mengalahkan juara bertahan, mereka akan berada di empat besar dan akan menjadi salah satu favorit," kata pemain 29 tahun ini. (eh)

Benzema Belum Lupakan Kekalahan dari Dortmund, tapi ...


Madrid - Kekalahan yang diderita Real Madrid dari Borussia Dortmund di musim lalu belum lepas dari ingatan Karim Benzema. Akan tetapi, Benzema optimistis karena timnya kini punya mental yang lebih baik.

Di 2012-13, Los Blancos dikalahkan Dortmund yang keluar sebagai juara grup. Pertemuan antara dua klub top berbeda negara itu terjadi di semifinal dan lagi-lagi Madrid harus menyerah setelah kalah keunggulan gol tandang.

Musim ini kekuatan kedua tim boleh dikatakan berbanding terbalik. Pasukan Carlo Ancelotti ini tampil lebih konsisten di liga dan sudah memperoleh tambahan "amunisi" dalam diri Gareth Bale.

Sementara itu, Dortmund masih mengejar finis kedua di Bundesliga dan tengah dilanda badai cedera yang membekap beberapa pemain kuncinya. Lebih parah lagi, Robert Lewandowksi memperoleh skorsing otomatis karena akumulasi kartu saat Die Borussen menyambangi Santiago Bernabeu, Kamis (3/4) dinihari WIB.

"Kami belum melupakan apa yang terjadi di musim lalu, tapi sekarang kami sudah memiliki sebuah tim yang baru dengan mentalitas yang baru," sahut bomber internasional Prancis itu di situs resmi klub.

"Mereka memiliki materi pemain yang sama, terlepas dari badai cedera. Kami akan memberikan segalanya untuk lolos dari babak perempatfinal."

Madrid akan selangkah lebih dekat dari trofi Liga Champions apabila berhasil melewati hadangan Dortmund, seiring dengan ambisi mereka meraih Treble di musim ini.

"Untuk memenangi tiga titel juara, aku pikir kami bisa," lanjut Benzema. "Kami punya sebuah tim yang sangat bagus dengan skuat yang sangat bagus pula untuk mencapainya."

"Kami masih memiliki beberap apertandingan sebelum mencapai final, tapi kami semakin dekat. Kami tampil bagus."(rin/mrp)

Lawan Atletico, Martino Pastikan Barcelona Tak Jadi Pengecut

Lawan Atletico, Martino Pastikan Barcelona Tak Jadi PengecutBola.net - Entrenador Barcelona, Gerardo Martino, menjamin timnya tidak akan jadi pengecut ketika tampil di Camp Nou untuk menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions (02/04).

Menurut pelatih asal Argentina tersebut, keberanian merupakan kunci sukses yang membawa timnya bisa menjadi seperti saat ini. Ia pun meyakinkan pada semua pihak bahwa Barca akan menunjukkan hal tersebut dini hari nanti.

"Saya selalu berpikir bahwa jika anda tak bernyali, maka anda tidak akan berada di tempat anda berada saat ini. Anda perlu menunjukkan keberanian untuk bisa bermain seperti kami, jadi anda bisa tenang karena kami akan tampil berani besok," tutur Martino menurut laporan Inside Spanish Football.

"Hal pertama yang harus kami lakukan adalah menang dan hal tersebut akan membuat beban ada pada tim lawan," pungkasnya.

Dalam tiga pertemuan terakhir mereka dengan Los Rojiblancos, Barca tak pernah berhasil menang. (isf/rer)